ISU LINGKUNGAN


ISU LINGKUNGAN


MAKALAH
UNTUK MELENGKAPI TUGAS MATAKULIAH
Interaksi Makhluk Hidup
yang dibina oleh Bapak Istamar Syamsuri



Oleh:
Ana Fatkhu Rokhmah
120351410907



 











UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN IPA
Maret 2014

                                                      ISU LINGKUNGAN

1.      Perubahan-Perubahan Ekosistem Fisik Alamiah
Di dalam ekosistem manusia, sering terjadi peristiwa-peristiwa fisik yang bersifat alamiah (di luar kemampuan/manipulasi manusia), sehingga menyebabkan beberapa perbedaan-perbedaan atau perubahan-perubahan yang penting di dalam suatu ekosistem. (Fuad Amsyari, 1981). Beberapa bentuk perubahan ekosistem bersifat fisik yang dianggap cukup besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia yakni sebagai berikut.
a.       Pengaruh sinar matahari
Sinar matahari adalah salah satu bentuk energi kehidupan yang merupakan unsur kebutuhan hidup bagi setiap organism sinar matahari ini akan mendorong terjadinya proses pembentukan zat pati (karbohidrat) dari komposisi ikatan sederhana kimiawi di alam (CO2 dan H2O) melalui proses yang dinamakan foto sintesis. (Fuad Amsyari, 1981). Hasil foto sintesis tumbuhan itulah yang nantinya akan digunakan sebagai sumber bahan makanan bagi kelangsungan hidup organisme lainnya.
Oleh pengaruh sinar matahari yang arah pergeserannya dengan planet bumi mempunyai suatu pola tertentu telah menyebabkan pula adanya beberapa pembagian beberapa daerah dari bumi, seperti tropis, sub-tropis, temperate, dan artic. Salah satu pengaruh zonasi bumi ini terhadap kesehatan manusia adalah timbulnya sekumpulan gejala-gejala tertentu (time zone syndrome). (Fuad Amsyari, 1981).
b.      Pengaruh iklim
Perubahan iklim pada suatu lingkungan tertentu akan menyebabkan perubahan-perubahan beberapa aspek fisik dalam lingkungan tersebut. Perubahan-perubahan ini misalnya dalam hal suhu darah, tekanan udara, kelembaban dan sebagainya. Iklim memang cukup erat hubungannya dengan kesehatan manusia, terutama mengenai pola penyakit (disease pattern) yang terjadi dalam suatu masyarakat tertentu. (Fuad Amsyari, 1981).
Maka terhadap pengaruh iklim ini, manusia perlu berusaha untuk mengatasinya dengan berbagai cara adaptasi yang bisa mereka kerjakan, seperti menjaga kebersihan lingkungannya dari air tergenang, meninggikan daya immunitasnya, bahkan sering pula terjadi perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain yang lebih cocok iklimnya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. (Fuad Amsyari, 1981).
c.       Pengaruh panas dan dingin
Panas atau dingin sangat erat hubungannya dengan zonasi waktu, iklim, sumber-sumber panas tertentu seperti api, kawah gunung berapi, dan sebagainya. Terhadap perubahan suhu panas dingin, manusia juga berusaha menyesuaikan dirinya untuk tetap bertahan, di mana antara lain apabila perubahan suhu tadi tidak besar, maka bisa diatasi dengan reaksi fisiologis seperti berkeringat, menggigil, pelebaran atau penyempitan pembuluh darah di permukaan kulit, usus, dan lainnya, serta dengan mengatur metabolisme zat-zat dalam tubuhnya. (Fuad Amsyari, 1981).
Apabila suhu udara sekitar manusia ini sedemikian rupa perubahannya sehingga usaha-usaha adaptasi tidak bisa mengatasinya, maka akan timbul gangguan kesehatan. Oleh temperatur yang tinggi maka akan bisa terjadi beberapa gangguan seperti kulit yang terbakar, keringat yang banyak, pusing, bahkan sampai pingsan. Suatu contoh misalnya pengaruh panas matahari yang terik akan menimbulkan sun-burn syndrome. Terhadap suhu yang terlalu dingin, maka akan timbul gangguan-gangguan seperti rasa dingin di seluruh tubuh sampai menggigil, kulit pucat, dan akhirnya pingsan dan mati. (Fuad Amsyari, 1981).

2.      Permasalahan Lingkungan
Menurut Oka Kusumayundha (2006), dalam satu dekade terakhir ini, isu lingkungan hidup semakin marak dan menjadi perhatian publik, baik di tingkat lokal, regional, nasional, dan global. Di Indonesia, masalah penebangan liar (penggundulan hutan) mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berakibat semakin parah dan seringnya terjadi bencana alam seperti banjir bandang, erosi, tanah longsor, dan sebagainya yang menelan banyak korban jiwa dan sejumlah besar kerugian lainnya.
Lingkungan hidup tak pernah lepas dari campur tangan manusia dalam usaha konservasi lingkungan hidup. Namun akhir-akhir ini kesadaran manusia akan pentingnya konservasi lingkungan hidup sangat kecil dan lebih mementingkan kepentingan pribadinya sehingga mengakibatkan banyak terjadi pencemaran lingkungan di sekitarnya. Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. (Anonim, 2012)

Menurut Fuad Amsyari (1981:50), pada dasarnya, pencemaran lingkungan ini memiliki beberapa komponen pokok untuk bisa disebut sebagai pencemaran, yakni:
a.       Lingkungan yang terkena adalah lingkungan hidup manusia
b.      Yang terkena akibat negatif adalah manusianya
c.       Di dalam lingkungan tersebut terdapat “bahan berbahaya” yang juga disebabkan oleh manusia.
Dari ketiga komponen pokok tersebut, maka konsep pencemaran lingkungan hidup berbunyi: “Pencemaran akan terjadi apabila dalam lingkungan hidup manusia (baik lingkungan fisik, biologis dan lingkungan sosialnya) terdapat suatu bahan dalam konsentrasi sedemikian besar, yang dihasilkan oleh proses aktivitas kehidupan manusia sendiri, yang akhirnya merugikan manusia juga.” (Fuad Amsyari, 1981). Bahan yang dimaksud pada konsep pencemaran lingkungan hidup tersebut lebih dikenal sebagai polutan (pencemar), sedangkan pencemaran lingkungannya sendiri dinamakan sebagai polusi. Sebagai akibat dari pencemaran lingkungan itulah yang nantinya akan menimbulkan pemanasan global.
Menurut Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya, pemanasan global (global warming) menjadi isu lingkungan yang paling penting saat ini karena besarnya dampak yang ditimbulkan di seluruh wilayah bumi ini. Pemanasan global adalah proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan. Peningkatan suhu udara ini disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca, utamanya CO2 sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia, seperti transportasi, industri, penggunaan zat Freon (CFC) untuk berbagai keperluan, dan sebagainya.
Secara umum, pemanasan global akan menyebabkan perubahan keseimbangan lingkungan seperti iklim yang tidak stabil, peningkatan permukaan air laut, kecenderungan meningkatnya suhu secara global, gangguan ekologis (baik terhadap manusia, hewan dan tumbuhan), dan dampak sosial ekonomi.
Pemanasan global ini merupakan akibat dari adanya pencemaran lingkungan yang saat ini marak terjadi. Sedangkan pencemaran itu sendiri ada beberapa jenis, yakni sebagai berikut.



1.)      Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah. Sumber pencemaran yang paling utama adalah dari limbah industri dan limbah rumah tangga. (Anonim, 2012).

JENIS PENCEMAR AIR

Contoh
Sumber utama
Agent infeksius
Bakteri, virus
Limbah dari manusia dan hewan
Oxygen-demanding waste
Limbah dari hewan, sisa tumbuhan
Saluran pembuangan air, pengolahan makanan, industri kertas
Nutrien
Nitrat, fosfat
Saluran pembuangan air, limbah dari hewan, pupuk anorganik
Bahan kimia organik
Minyak, plastik, pestisida
Industri, rumah tangga, pertanian
Bahan kimia anorganik
Asam, basa, garam, senyawa logam
Industri, rumah tangga
Sedimen
Tanah
Erosi tanah
Logam berat
Timbal, merkuri, arsen
Industri, rumah tangga
Suhu (thermal)
Panas
Pembangit listrik, industri

Tabel 1 Jenis Pencemar Air, Contoh dan Sumber Utama Penyebabnya
(Sumber: web.unair.ac.id/admin/file/f_20025_7d.pdf)

Air yang sudah tercemar memiliki ciri-ciri tertentu, yakni sebagai berikut.
-          Adanya perubahan suhu air
-          Adanya perubahan warna, bau, dan rasa air
-          Adanya endapan dan bahan terlarut
-          Adanya mikroorganisme

Sementara itu, akibat dari adanya pencemaran air dapat menyebabkan:
Ø  Timbulnya berbagai penyakit (perut, kerusakan organ tubuh akibat keracunan)
Ø  Penurunan oksigen terlarut di perairan (berakibat kematian pada makhluk hidup di perairan)
Ø  Masuknya racun ke dalam sistem perairan (dapat berakumulasi pada makhluk hidup di perairan)
Ø  Terjadinya banjir, bahkan kematian makhluk hidup di perairan
 








Gambar 1 Pencemaran Air Sungai oleh Limbah Pabrik dan Industri
(Sumber:http://pollutiononmyearth.weebly.com/uploads/1/7/5/6/17565209/3233126_orig.jpg)

2.)    Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan ketika bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran tanah dapat berupa bahan-bahan kimia. (Anonim, 2012). Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, zat kimia atau limbah, air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). (Iwan Setiawan, 2012)
Sampah anorganik sulit untuk diurai oleh mikroorganisme, sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk hancur dan menyatu kembali dengan alam. (Iwan Setiawan, 2012). Selain itu, ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
JENIS PENCEMAR TANAH
Contoh
Sumber utama
Sedimen
Tanah
Erosi pada lahan pertanian
Bahan kimia
Pupuk
Pupuk organik dan anorganik
Bahan kimia
Pestisida
DDT
Limbah padat
Plastik, limbah sisa makanan, limbah bangkai hewan, limbah sisa tumbuhan
Rumah tangga

Tabel 2 Jenis Pencemar Air, Contoh dan Sumber Utama Penyebabnya
(Sumber: web.unair.ac.id/admin/file/f_20025_7d.pdf)

Pencemaran tanah memiliki bebeberapa dampak negatif, yakni menyebabkan kerusakan struktur tanah  yang berupa erosi/pengikisan tanah, penurunan produktivitas tumbuhan, kematian tumbuhan dan hewan, tidak sedap dipandang, bau, tempat vektor penyakit (lalat, tikus)
 








Gambar 2 Pencemaran Tanah oleh Pembuangan Sampah Manusia
(Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_ZMb55Zs_vIHsA3JCuViiWU_pK8SAw5owpVJtRt3mCbt-Ow3RhfzMlsTse36vLM4AuQc_9rSfkx2pR5UPlaEbi0VfTxkYMY1ksNSulzh7Cs582F2mxTACEpi15oVZqA9pp4w7VuwPWP9F/s1600/pencemaran+kautsar.jpg)

3.)    Pencemaran Udara
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan kontribusi terbesar dari pencemar udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dll. Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. (Depkes RI, 2014)

JENIS PENCEMAR UDARA
Contoh
Sumber utama
Oksida-oksida karbon
CO
Pembakaran tak sempurna, pembakaran
Oksida-oksida nitrogen
NO, NO2
Pembakaran
Oksida sulfur
SO
Pembakaran bahan bakar mengandung sulfur
Partikel
Debu
Aktivitas alam, industri
Volatil Organic Compounds
(VOC)
CH4
Degradasi limbah pertanian
Logam berat
Merkuri
Pembakaran pada insinerator











Tabel 3 Jenis Pencemar Udara, Contoh dan Sumber Utama Penyebabnya
(Sumber: web.unair.ac.id/admin/file/f_20025_7d.pdf)

Pencemaran udara memiliki dampak negatif, di antaranya yakni sebagai berikut.
a.       Hujan Asam
Sumber penghasil SOx terutama berasal dari pembakaran batu bara, minyak bumi, pengilangan minyak tanah, industri kimia tertentu, industri logam dan lain-lain. Jika SOx bereaksi dengan udara yang mengandung uap air, maka akan terbentuk asam sulfat (H2SO4). Jika asam sulfat di udara terbawa oleh air hujan, maka terjadilahhujan asam yang dapat menimbulkan proses pengkaratan (korosi) dan kerusakan pada tanaman seperti yang sering terjadi di Negara-negara industri. Belerang oksida juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia berupa iritasi mata dan saluran pernafasan, pandangan kabur, gejala penyakit jantung, hingga kematian.



Gambar 3 Proses terjadinya hujan asam
(Sumber: http://prodiipa.files.wordpress.com/2013/02/gambar-acid-rain.jpg)
Pada gambar poses terjadinya hujan asam tersebut ada dua macam deposisi, yakni.
1.    Deposisi Kering, yakni terendapkannya asam-asam yang ada di udara dan mengenai tanah, benda, dan makhluk hidup tanpa melalui air hujan
2.    Deposisi Basah, turunnya asam-asam yang ada dalam udara melalui tetes air hujan, kabut, embun atau butiran-butiran cairan.

b.      Kerusakan Lapisan Ozon dan Pemanasan Global
Lapisan ozon dapat menyerap sinar ultraviolet sehingga tidak sampai sepenuhnya di bumi. Dalam keadaan normal, ozon dapat menyerap UV-C dan UV-B, kecuali UV-A yang akan tetap mencapai bumi. (Lazuardi, 2003). Sinar UV-A tidak berbahaya bagi kehidupan mausia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Menipisnya lapisan ozon akan menyebabkan semakin banyaknya sinar UV-B yang dapat mencapai bumi. Banyaknya sinar UV-B yang sampai ke bumi berakibat negatif terhadap kehidupan di darat dan di laut, baik manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, serta mikroorganisme. (Lazuardi, 2003)
Gambar 4 Faktor-faktor yang menyebabkan lapisan ozon terkikis
(Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjGNx_u8C6Abs3pDriCN8oRReiyTvyVvpkvmM4-wILOXT6Uel8QvEaeZSJvtmPpO7bpnXt-n-ID0RSCvnkQia_9tHzM1_zumbS-Kx1myjz_ltvcbIBMMZZGnVZSYSjty4WNRuIaRCtzTo/s1600/faktor-penipisan-lapisan-ozon1.jpg)

c.       Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global
Efek rumah kaca (green house effect) memegang peranan penting dalam melindungi kelangsungan makhluk hidup di muka bumi. Disebut sebagai pelindung, karena gas rumah kaca seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), dan lainnya dalam konsentrasi seimbang berfungsi menahan energi panas matahari yang memancarkan sinarnya ke bumi, yang menyebabkan permukaan bumi selalu dalam kondisi hangat, sehingga tanpa adanya gas rumah kaca tersebut, permukaan bumi akan menjadi lebih dingin. (Ruhiko, 2013)
 









Gambar 5 Berbagai macam gas rumah kaca
(Sumber: http://www.bmkg.go.id/imagesdata/piunsur2_grk.jpg)
Karbon dioksida mempunyai sifat menyerap panas matahari yaitu sinar inframerah sehingga temperatur udara menjadi lebih tinggi. Apabila kadar lebih ini merata di seluruh permukaan bumi, temperatur udara rata-rata di seluruh permukaan bumi akan sedikit naik dan ini dapat mengakibatkan meleburnya es dan salju di kutub, sehingga permukaan air laut naik. (Yakub Malik, 2011). Pemanasan global merupakan kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas rumah kaca. Pemanasan global menimbulkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan biogeofisik. (Alimuhi, 2011)
 










Gambar 6 Berbagai penyebab terjadinya pemanasan global
(Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtr8_DRsac_d2sIWU9Y-Ii6hjw28LEh7va0iistoTa1iOMSoWJ3nYilRWlpm_bMvOKqHE38_qwSI8ZDGfioXniMcjDcBgiroZxHdHBsk5KX0Kn7FXZ_FO5smW86YqwTn7GqJ9SLJZNu0NO/s1600/pemanasan-global-jpg1.jpg)

3.      Upaya Menanggulangi Permasalahan Lingkungan
Beberapa upaya untuk menanggulangi masalah lingkungan yakni sebagai berikut.
a.    Mengatur sistem pembuangan limbah industri sehingga tidak mencemari lingkungan
b.    Melakukan pengawasan atas penggunaan beberapa jenis pestisida, insektisida dan bahan kimia lain yang berpotensi menjadi penyebab dari pencemaran lingkungan.
c.    Melakukan penghijauan (reboisasi).
d.   Memberikan sanksi atau hukuman secara tegas terhadap pelaku kegiatan yang mencemari lingkungan
e.    Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang sesungguhnya.

DAFTAR PUSTAKA

-          Alimuhi. 2011. Pemanasan Global. Sumedang: Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
-          Amsyari, Fuad. 1981. Prinsip-Prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan. Surabaya: Universitas Airlangga.
-          Anonim. 2012. Pencemaran Lingkungan. Surabaya: Universitas Airlangga.
-          Kusumayudha, Oka. 2006. Lingkungan Hidup Dan Media Massa. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
-          Lazuardi. 2003. Jurnal Pendidikan Science. Medan: FMIPA Universitas Negeri Medan.
-          Malik, Yakub. 2011. Efek Rumah Kaca Terhadap Iklim Mikro. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
-          Ruhiko. 2013. Permasalahan Lingkungan Perkotaan. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
-          Setiawan, Iwan. 2012. Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

-          Sumahamijaya, Inra. 2009. Deposisi Asam Lebih Dari Sekedar Hujan Asam. (Online), (http://majarimagazine.com/2009/03/deposisi-asam-lebih-dari-sekedar-hujan-asam), diakses 20 Maret 2014.

Comments

Popular posts from this blog

Apalah Artinya Sebuah Kesempurnaan Fana